Ekosistem teknologi di Jawa Timur resmi memasuki babak baru melalui peluncuran Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 yang menitikberatkan pada penguatan karakter pendiri. Melalui program unggulan Founders Bootcamp 2026, Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan Ozora Yatrapaktaja, HIPMI Jatim, dan JCI East Java untuk menyaring inovator tangguh yang mampu menghadapi ketidakpastian pasar. Inovasi utama dalam kurikulum tahun ini adalah penggunaan CAVLENT Test, sebuah instrumen asesmen psikologis untuk mengukur adaptabilitas dan toleransi risiko calon pengusaha. Langkah ini diambil sebagai strategi preventif guna menurunkan angka kegagalan startup akibat faktor internal, sekaligus menjadi syarat mutlak bagi peserta yang mengincar pendanaan hingga Rp100 juta pada Mei mendatang.
Transformasi ini secara langsung meningkatkan standar kualitas startup lokal di sektor-sektor strategis seperti health-tech, agri-tech, dan hilirisasi riset kampus melalui inkubator seperti ATAVI UNAIR. Margaret Srijaya, selaku inisiator program, menegaskan bahwa ide cemerlang tidak akan bertahan tanpa eksekusi yang konsisten dan mentalitas yang stabil. Dengan menanamkan resiliensi sejak dini, Surabaya dan Malang tidak hanya mencetak jumlah kuantitas startup yang banyak, tetapi juga membangun fundamental bisnis yang kuat untuk menarik kepercayaan investor global. Keberhasilan program ini diharapkan memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat inovasi digital paling progresif di wilayah Indonesia Timur.
Daftar Pustaka: Pemerintah Kota Surabaya. (2026). Laporan Program Surabaya Startup Festival 3.0: Transformasi Mental Pengusaha Muda Jawa Timur. Surabaya: Dinas Komunikasi dan Informatika. Srijaya, M. (2026, 23 Januari). Kesiapan Mental Founder dalam Founders Bootcamp 2026. Surabaya: Ozora Yatrapaktaja & HIPMI Jatim. Antara News Jatim. (2026, Februari). Inovasi CAVLENT Test dalam Menakar Ketangguhan Startup Lokal. [Online].