Kediri Technopark Logo

Meta Cabut Fitur AI Kontroversial yang Pakai Foto Instagram Publik

A
Andyka
15 Juli 2026
4 Menit Technology & Innovation
Meta Cabut Fitur AI Kontroversial yang Pakai Foto Instagram Publik

Meta resmi menghentikan fitur AI terbarunya yang memungkinkan pengguna membuat gambar AI dengan menggunakan foto dari akun Instagram publik sebagai referensi.

Fitur tersebut baru diluncurkan beberapa hari sebelumnya sebagai bagian dari model AI pembuat gambar terbaru Meta. Namun, setelah menuai kritik luas terkait privasi dan mekanisme persetujuan pengguna, perusahaan memutuskan untuk menariknya kembali.

Apa yang Dilakukan Fitur Ini?

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat membuat gambar AI dengan menyebut (mention) akun Instagram publik sebagai referensi.

AI kemudian dapat menggunakan wajah maupun elemen visual dari unggahan akun publik untuk menghasilkan gambar baru.

Kontroversi muncul karena:

  • Pemilik akun tidak perlu memberikan izin terlebih dahulu.
  • Pengguna tidak menerima notifikasi ketika fotonya dijadikan referensi.
  • Fitur aktif secara default untuk akun publik dewasa sehingga pengguna harus melakukan opt-out jika tidak ingin ikut serta.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai privasi dan potensi penyalahgunaan identitas digital.

Meta Akui "Meleset dari Harapan"

Dalam pernyataannya, Meta menyebut tujuan awal fitur tersebut adalah menyediakan alat kreatif sekaligus memberi kendali kepada pengguna atas penggunaan konten publik mereka.

Namun perusahaan mengakui telah menerima banyak masukan bahwa implementasinya "tidak sesuai harapan", sehingga fitur tersebut kini sudah tidak lagi tersedia.

Banyak Pihak Menyampaikan Keberatan

Tidak hanya pengguna biasa, berbagai organisasi juga menyampaikan kritik terhadap fitur tersebut.

Keberatan yang muncul antara lain menyangkut:

  • Penggunaan foto tanpa persetujuan eksplisit.
  • Potensi pembuatan deepfake.
  • Perlindungan identitas digital.
  • Hak kreator atas karya dan kemiripan wajah.

Sejumlah organisasi industri hiburan juga meminta agar penggunaan konten pribadi dalam sistem AI dilakukan melalui mekanisme persetujuan yang jelas (opt-in), bukan otomatis aktif.

Privasi AI Jadi Sorotan

Kasus ini menunjukkan tantangan baru dalam pengembangan AI generatif.

Di satu sisi, perusahaan teknologi ingin menghadirkan alat kreatif yang semakin canggih. Di sisi lain, penggunaan foto, video, maupun identitas digital pengguna harus tetap memperhatikan aspek transparansi, izin, dan perlindungan privasi.

Ke depan, mekanisme persetujuan yang lebih jelas diperkirakan akan menjadi standar penting dalam pengembangan layanan AI berbasis konten pengguna.

Fakta Penting

  • Meta menarik fitur AI yang menggunakan foto akun Instagram publik sebagai referensi pembuatan gambar AI.
  • Fitur tersebut hanya bertahan beberapa hari setelah diluncurkan.
  • Pengguna mengkritik mekanisme opt-out dan tidak adanya persetujuan eksplisit sebelum foto digunakan.
  • Meta menyatakan fitur tersebut "tidak sesuai harapan" dan memutuskan untuk menghentikannya.
  • Kasus ini menjadi contoh penting mengenai tantangan privasi dalam pengembangan AI generatif.

AI Semakin Canggih, Persetujuan Pengguna Semakin Penting

Perkembangan AI membuka banyak peluang baru dalam kreativitas digital. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa inovasi juga harus diimbangi dengan perlindungan hak pengguna.

Semakin banyak layanan AI memanfaatkan konten yang diunggah ke internet, semakin penting pula transparansi, persetujuan yang jelas, dan kontrol pengguna terhadap bagaimana data serta identitas digital mereka digunakan.

Artikel Terkait

Lihat Semua