Kediri Technopark Logo

Kediri Technopark Terjunkan Ahli Sebagai Juri LKS Cyber Security 2026 di SMK Al-Huda

K
Kediri Technopark
11 Februari 2026
2 Menit Events & Workshops
Kediri Technopark Terjunkan Ahli Sebagai Juri LKS Cyber Security 2026 di SMK Al-Huda

KEDIRI (11/02/2026) – Ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Cyber Security untuk wilayah Kediri sukses digelar hari ini, Rabu, 11 Februari 2026. Bertempat di laboratorium komputer SMK Al-Huda Kediri, kompetisi ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta muda pegiat keamanan siber.

Dalam upaya menjaga standar kompetisi agar relevan dengan kebutuhan industri teknologi saat ini, panitia penyelenggara menggandeng Kediri Technopark sebagai tim penilai independen. Emmanuel Rizky Yoga Pratama, perwakilan dari Kediri Technopark, hadir secara langsung bertindak sebagai juri utama untuk menguji kemampuan teknis para peserta.

Pertarungan Empat Sekolah

Seleksi tingkat wilayah ini diikuti oleh empat peserta terpilih yang mewakili sekolah-sekolah di Kabupaten dan Kota Kediri. Keempat sekolah yang mengirimkan delegasi terbaiknya adalah:

  • SMK PGRI 1 Kediri
  • SMK Al-Huda Kediri
  • SMA Negeri 7 Kediri
  • SMK Al-Mahrusiyah

Kehadiran peserta dari SMA Negeri 7 Kediri memberikan warna tersendiri dalam kompetisi tahun ini, menunjukkan bahwa minat terhadap dunia cyber security semakin meluas tidak hanya di kalangan siswa SMK, tetapi juga SMA.

Standar Kompetisi Industri

Mengacu pada kisi-kisi teknis standar provinsi, materi yang diujikan dalam kompetisi ini sangat komprehensif. Emmanuel Rizky Yoga Pratama memandu jalannya penilaian dengan fokus pada beberapa domain utama keamanan siber yang tercantum dalam standar teknis, antara lain:

  1. Web Exploitation: Peserta diuji kemampuannya dalam menemukan celah keamanan web seperti SQL Injection, XSS, hingga Insecure Direct Object Reference (IDOR).
  2. Digital Forensic: Kemampuan analisis investigasi digital yang meliputi Network Forensic menggunakan analisis paket data (PCAP) dan Memory Forensic.
  3. Cryptography & Reverse Engineering: Tantangan memecahkan algoritma enkripsi serta melakukan analisis balik (reverse engineering) terhadap aplikasi maupun binary file.
  4. System Hardening: Termasuk administrasi sistem berbasis Linux dan manajemen privilege escalation.

"Partisipasi Kediri Technopark di sini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk menjembatani dunia pendidikan dengan industri. Kami ingin memastikan talenta muda Kediri siap menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks," ujar Emmanuel di sela-sela penjurian.

Pemenang dari seleksi wilayah ini diharapkan memiliki bekal teknis yang kuat untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat yang lebih tinggi, membawa nama baik Kediri dalam kancah kompetisi teknologi informasi.

Artikel Terkait

Lihat Semua