Bayangan tentang karpet ajaib seperti dalam film Aladdin kini semakin mendekati kenyataan. Perusahaan teknologi asal China, CoolFly, memperkenalkan Urban, sebuah kendaraan terbang listrik yang memungkinkan penggunanya berada di atas platform sambil berdiri.
Berbeda dari pesawat kecil pada umumnya, Urban tidak memiliki kokpit tertutup ataupun kursi pilot. Pengendara berdiri di bagian tengah platform dan mengendalikan kendaraan menggunakan tuas serta tombol.
Yang membuatnya semakin menarik adalah penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu menjaga keseimbangan kendaraan ketika pengendara berada di udara.
Bentuknya Mirip Karpet Terbang
CoolFly Urban memiliki desain yang tidak biasa. Bentuknya berupa platform datar menyerupai bunga dengan diameter sekitar 3,5 meter.
Empat kipas ditempatkan di sekeliling platform seperti kelopak bunga. Masing-masing kipas dilengkapi kisi-kisi pelindung berbentuk sarang lebah untuk membantu meningkatkan keselamatan.
Bagian tengah platform menjadi tempat pengendara berdiri. Tidak terdapat kursi maupun kokpit yang menutup tubuh pengguna.
Desain tersebut membuat Urban terlihat seperti kendaraan yang keluar dari film fiksi ilmiah atau cerita Aladdin.
CoolFly menyebut kendaraan tersebut dapat digunakan oleh orang dengan tinggi hingga sekitar 1,9 meter dan berat maksimal 90 kilogram.
Bisa Terbang hingga 70 Km per Jam
Meskipun memiliki desain seperti platform sederhana, Urban diklaim memiliki kemampuan terbang yang cukup agresif.
Kendaraan ini disebut dapat mencapai kecepatan hingga 70 kilometer per jam dengan waktu terbang sekitar 11 menit.
Pengoperasiannya dilakukan menggunakan tuas untuk bergerak maju atau mundur serta tombol untuk melakukan lepas landas.
Karena pengendara berdiri tanpa kokpit, pengguna juga mendapatkan pandangan yang lebih luas selama penerbangan.
Posisi tersebut diklaim memberikan pandangan 360 derajat tanpa terhalang kaca atau struktur kokpit.
AI Bertugas Menjaga Keseimbangan
Bagian paling menarik dari Urban bukan hanya kemampuannya untuk terbang, tetapi bagaimana kendaraan tersebut menghadapi perubahan posisi tubuh pengendaranya.
Ketika seseorang berdiri di atas kendaraan terbang, perubahan posisi tubuh dapat mengubah pusat gravitasi.
Gerakan kecil seperti condong ke depan, ke belakang, atau ke samping dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, CoolFly menggunakan sistem pendeteksi gravitasi berbasis AI.
Sensor presisi tinggi memantau perubahan pusat gravitasi antara pengendara dan platform. Sistem kemudian dapat menyesuaikan dorongan rotor secara otomatis untuk membantu menjaga kestabilan kendaraan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi AI tidak sekadar digunakan untuk fitur pintar, tetapi menjadi bagian penting dari sistem kendali penerbangan.
Sistem Kendali Dibuat Berlapis
Keselamatan menjadi tantangan besar bagi kendaraan terbang pribadi.
Karena itu, CoolFly Urban menggunakan sistem kontrol penerbangan NA80 dengan dua unit pengendali yang bekerja secara paralel.
Masing-masing unit memiliki tiga sensor inertial measurement unit atau IMU kelas penerbangan.
Kedua sistem saling memeriksa data secara real-time. Jika sistem utama mengalami gangguan, sistem cadangan dapat mengambil alih kendali dalam waktu sangat singkat.
Selain sistem elektronik, CoolFly juga menyiapkan sejumlah perlindungan fisik.
Perlindungan tersebut mencakup pakaian penerbangan dengan airbag, parasut untuk kendaraan, serta bantalan yang dirancang untuk menyerap benturan.
AI Juga Membantu Menghindari Rintangan
Selain menjaga keseimbangan, Urban juga menggunakan teknologi LiDAR dan computer vision.
Kedua teknologi tersebut digunakan untuk membantu kendaraan mendeteksi objek di sekitarnya.
Sistem ini ditujukan untuk membantu menghindari berbagai rintangan seperti pohon maupun kabel listrik.
Dengan demikian, sistem AI Urban tidak hanya berkaitan dengan keseimbangan kendaraan, tetapi juga membantu menciptakan lapisan keselamatan tambahan selama penerbangan.
Pernah Diuji di Suhu Minus 30 Derajat Celsius
CoolFly juga telah membawa Urban ke kondisi lingkungan yang cukup ekstrem.
Pada Festival Musim Semi China pada Februari 2026, dua unit Urban digunakan dalam sebuah demonstrasi di Harbin, Heilongjiang.
Saat demonstrasi berlangsung, suhu dilaporkan berada di sekitar minus 30 derajat Celsius dan salju turun cukup deras.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kendaraan listrik karena temperatur rendah dapat memengaruhi baterai, material, dan sistem avionik.
CoolFly menyebut mereka melakukan optimalisasi manajemen suhu baterai dan algoritma kontrol penerbangan selama lebih dari satu bulan untuk menghadapi kondisi tersebut.
Bukan Sekadar Eksperimen
CoolFly tidak hanya menjadikan Urban sebagai proyek teknologi eksperimental.
Perusahaan tersebut mulai mengarahkan kendaraan ini untuk penggunaan wisata udara jarak rendah di China.
CoolFly bekerja sama dengan sejumlah lokasi wisata dan kamp penerbangan. Salah satu lokasi pengujian yang disebut adalah Hangzhou Grand Canal Steelworks Park.
Untuk pasar internasional, Urban juga diposisikan sebagai kendaraan rekreasi pribadi yang dapat dibeli konsumen.
Perusahaan bahkan telah mendapatkan kesepakatan dengan sejumlah dealer domestik dan internasional.
Pada Juni 2026, China Pacific Insurance cabang Shenzhen juga disebut menyediakan perlindungan asuransi untuk kendaraan terbang berawak dengan posisi berdiri tersebut.
Apakah Ini Benar-Benar “Karpet Terbang”?
Secara teknologi, tentu Urban bukan karpet terbang seperti dalam cerita Aladdin.
Kendaraan ini pada dasarnya merupakan platform pesawat listrik berawak yang menggunakan beberapa rotor untuk menghasilkan daya angkat.
Namun, bentuknya yang datar, posisi pengendara yang berdiri, serta kemampuannya melayang memang membuatnya terlihat sangat mirip dengan konsep karpet terbang.
Yang menarik adalah bagaimana AI digunakan untuk mengatasi salah satu masalah terbesar dari desain tersebut: menjaga kestabilan ketika manusia berdiri di atas kendaraan yang sedang terbang.
Masa Depan Kendaraan Terbang Pribadi
CoolFly Urban memperlihatkan bagaimana teknologi penerbangan mulai bergerak menuju bentuk kendaraan yang semakin sederhana dan personal.
Jika teknologi baterai, sistem kendali, sensor, dan AI terus berkembang, kendaraan seperti ini berpotensi membuka kategori baru dalam transportasi udara jarak pendek dan rekreasi.
Namun, penggunaan secara luas tetap bergantung pada faktor lain seperti regulasi penerbangan, sertifikasi keselamatan, infrastruktur, biaya, serta kemampuan teknologi untuk beroperasi secara konsisten dalam berbagai kondisi.
Untuk saat ini, Urban masih lebih tepat dilihat sebagai gambaran masa depan kendaraan terbang pribadi.
Tetapi ketika seseorang dapat berdiri di atas sebuah platform, menekan tombol, lalu terbang dengan bantuan sistem AI yang menjaga keseimbangan, batas antara teknologi nyata dan konsep fiksi ilmiah memang semakin tipis.




