Kediri Technopark Logo

Telkom Targetkan Autonomous Network Berbasis AI

E
Endrina Kya Almariva
7 Maret 2026
3 Menit Technology & Innovation
Telkom Targetkan Autonomous Network Berbasis AI

Telkom Indonesia Menuju Era Autonomous Network Berbasis AI

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah memacu transformasi besar untuk menjadi perusahaan AI Native. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke seluruh lini bisnis, terutama pada infrastruktur jaringan inti, guna meningkatkan efisiensi investasi dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan secara real-time.

Visi Jaringan Otonom (Autonomous Network)

Meskipun tidak lahir sebagai perusahaan AI, Telkom memprioritaskan teknologi ini dalam setiap proses bisnisnya. Salah satu target ambisiusnya adalah mewujudkan Autonomous Network.

Bekerja sama dengan mitra global seperti Google, Telkom sedang membangun jaringan yang memiliki kemampuan self-healing. Jika terjadi gangguan, sistem AI akan melakukan perbaikan otomatis melalui auto-routing tanpa harus menunggu intervensi manual yang memakan waktu lama.

Implementasi AI di Berbagai Lini

Penerapan AI di Telkom telah menyentuh berbagai aspek operasional, antara lain:

  • Perencanaan Infrastruktur: Telkom menggunakan AI untuk memprediksi tingkat permintaan (demand) di suatu wilayah sebelum menggelar kabel serat optik. Hal ini memastikan pembangunan tepat sasaran dan meminimalkan pemborosan investasi.

  • Optimasi BTS Telkomsel: AI telah diterapkan pada ribuan Base Transceiver Station (BTS) untuk memprediksi kebutuhan daya dan bahan bakar, serta melakukan optimasi rute saat terjadi gangguan transmisi atau blank spot.

  • Pemeliharaan Prediktif: Dengan AI, perusahaan dapat memprediksi waktu penggantian baterai BTS sebelum terjadi kerusakan, sehingga layanan kepada pelanggan tetap terjaga tanpa terputus.

Penguatan Infrastruktur Data Center

Untuk mendukung komputasi AI yang sangat berat dan kompleks, Telkom melakukan transformasi pada infrastruktur fisiknya melalui Telkom Data Center Ecosystem (TDE):

  • Transisi ke GPU: Mengingat AI mengelola data visual dan video yang rumit, Telkom beralih dari penggunaan CPU (Central Processing Unit) ke GPU (Graphical Processing Unit) untuk pemrosesan data yang jauh lebih cepat.

  • Kesiapan Layanan: Infrastruktur ini disiapkan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga untuk melayani pelanggan korporasi.

Catatan Penting: Hingga saat ini, tercatat sudah ada 139 use case AI yang sukses diimplementasikan di lingkungan anak perusahaan Telkom.

Strategi AI Native ini diharapkan mampu memposisikan Telkom sebagai pemimpin pasar dalam ekosistem digital di Indonesia dengan layanan yang lebih stabil dan responsif.

Artikel Terkait

Lihat Semua